Perusahaan di Indonesia yang mendapat lisensi dari luar negri
Pertamina merupakan
satu-satunya perusahaan nasional yang berhasil masuk ke dalam daftar Fortune
Global 500. Pada tahun 2017, dengan pendapatan mencapai USD 36,487 miliar,
perusahaan ini berada di posisi 289. Selain di Indonesia, saat ini perusahaan
yang dipimpin oleh Nicke Widyawati itu memiliki hak kelola di 12 negara. Empat
blok telah berproduksi, yakni di Irak, Aljazair, Malaysia, dan Gabon. Sedangkan
yang di Kanada, Kolombia, Prancis, Italia, Myanmar, Namibia, Nigeria, dan
Tanzania masih dalam tahap eksplorasi. Pada tahun 2017, realisasi produksi
minyak dari lapangan luar negeri mencapai 104.000 barel per hari atau sekitar
28% dari total produksi Pertamina. Sementara itu, realisasi produksi gas
mencapai 275 juta kaki kubik per hari. Disamping untuk mencukupi kebutuhan
dalam negeri, minyak dan gas tersebut juga dijual ke mancanegara. Tahun ini
rencananya Pertamina kembali menambah lahan produksi di Iran, yang ditargetkan
bisa memproduksi 250.000 sampai 300.000 barel minyak per hari.
Selain
mengolah ladang minyak di negeri orang, Pertamina juga gencar menjual pelumas
ke mancanegara. Saat ini sudah ada 17 negara yang mengkonsumsi oli produksi
Pertamina Lubricants. Terakhir, perusahaan yang menjual produk Fastron dan
Rubsol itu, membuka representative office-nya di Sydney, Australia. Selain
memasarkan produknya di luar negeri, kini Pertamina Lubricants juga memiliki
satu unit produksi di Thailand. Untuk meningkatkan brand awareness masyarakat
global, Fastron gencar mempromosikan mereknya dalam ajang balap internasional.
Tak hanya itu, Fastron Platinum juga telah menjadi technical partner pabrikan
mobil Lamborghini untuk kegiatan motor sport, seperti Lamborghini GT3
dan Lamborghini Super Trofeo. Dalam kerjasama tersebut, Fastron juga dipercaya
menjadi pelumas resmi Lamborghini yang dipasarkan di 129 diler di seluruh
dunia.
Referensi :
https://afandriadya.com/2018/05/31/perusahaan-indonesia-yang-mengglobal/
Komentar
Posting Komentar