Pengambilan Keputusan Keuangan
Sistem Keuangan
Internasional
Keuangan internasional
adalah cabang ekonomi keuangan yang mempelajari keterkaitan dua negara atau
lebih dari sisi moneter dan ekonomi makro. Keuangan internasional mempelajari
dinamika sistem keuangan global, sistem moneter internasional, neraca
pembayaran, nilai tukar, investasi asing langsung dan hubungannya dengan
perdagangan internasional.
SISTEM KEUANGAN INTERNASIONAL : DARI MASA KE MASA
Sistem Standar Emas
Sistem
standar emas adalah sistem keuangan yang berdasar pada nilai emas sebagai acuan
untuk alat pembayaran yang sah, dasar penentuan nilai uang, dan sebagai dasar
dalam menentukan atau pembanding nilai tukar mata uang. Hakikatnya nilai mata
uang suatu negara apakah itu berupa uang kertas maupun jenis lainnya, dalam
sistem standar emas nilai mata uang tersebut akan berkaitan langsung dengan
nilai emas yang dimiliki oleh suatu negara. Sederhananya adalah negara berhak
mencetak uang sebanyak-banyaknya sesuai dengan mata uang negara yang sah dengan
persyaratan jumlah emas yang disimpan atau dimiliki oleh negara memiliki nilai
yang sama dengan jumlah uang yang dicetak.
Sistem Bretton Woods
Berakhirnya perang dunia
pertama membawa dampak buruk yang berkepanjangan terhadap laju perkembangan
perekonomian di seluruh negara-negara di dunia. Penerapan sistem standar emas
dinilai tidak lagi sesuai dengan kondisi negara setelah perang dunia pertama,
hal ini disebabkan berkurangnya pasokan komoditas emas untuk dikonversi kedalam
mata uang negara. Dengan memburuknya kondisi ekonomi yang dirasakan oleh banyak
negara, kemudian mendorong banyak negara untuk memecahkan permasalahan yang
sama dengan mengadakan pertemuan dengan negara-negara di dunia untuk mencari
solusi dalam memperbaiki kondisi perekonomian pasca perang, terutama dalam
masalah sistem keuangan atau moneter.
Sistem Kurs Mengambang Terkendali
Setelah muncul Sistem
Bretton Woods yang kemudian melahirkan banyak kesepakatan dan terbentuknya
lembaga-lembaga keuangan internasional memberikan berdampak pada meningkatnya
pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan bertambahnya pendapatan negara,
perdagangan dunia yang semakin berkembang luas, dan ketersediaan lapangan
pekerjaan yang merata. Kembalinya stabilitas perekonomian dunia merupakan
puncak sukses dari penerapan Sistem Bretton Woods yang berlangsung hampir 20
tahun.
Mata Uang Asing
Valuta
Asing disebut juga dengan Valas merupakan jenis perdagangan mata uang di suatu
negara terhadap mata uang negara lainnya yang melibatkan pasar uang itu di
seluruh dunia serta dapat berlangsung selama 24 jam dengan secara
bekersinambungan. Valuta asing ini sering dimaksud dengan Foreign Exchange
(Forex).
Fungsi Valuta Asing (Valas)
Sebagai Alat Tukar Internasional
Sebagai Alat Pembayaran Internasional
Sebagai Pengendali Kurs Mata Uang
Sebagai Alat Untuk Memperlancar Perdagangan Internasional
Sistem Valuta Asing yang Berlaku Saat Ini
:
- Sistem Kurs Bebas (Floating)
Sistem kurs bebas ini
maksudnya pembuatan kurs tersendiri dari suatu permintaan serta juga penawan
dari mata uang asing. Sehingga pemerintah itu tidak ikut campur di dalam menentukan
kurs mata uang yang kemudian ditukar.
- Sistem Kurs Tetap
Sistem kurs tetap ini ada
campur tangan dari pemerintah tempat kamu tinggal . Sistem kurs tersebut juga
ditetapkan oleh bank sentral yang dengan secara aktif terlibat di dalam
transaksi valas.
- Sistem Kurs Terkendali Atau Terkontrol
Pemerintah atau pihak bank ini memiliki kekuasaan di dalam menentukan nilai alokasi pemakaian valuta asing yang tersedia. Sehingga kemudian pasar valas tersebut akan tetap stabil serta tidak akan terjadi banyak inflasi. Sistem tersebut sangat berguna di dalam memantau ketersediannya valuta asing di dalam perdangan kegiatan atau aktivitas ekspor juga impor.
Tujuan Valuta Asing:
Dibawah ini merupakan
beberapa tujuan dari pemberlakuan valas, diantaranya sebagai berikut :
- Sebagai media di dalam bertransaksi.
- Sebagai media di dalam mempertahankan daya
beli.
- Bisa mengirimkan uang ke luar negeri itu
dengan cuku mudah.
- Untuk mendapatkan keuntungan.
- Untuk pemagaraan resiko (hedging).
- Mempermudah kegiatan atau aktivitas belanja di negara luar.
Implikasi
Bisnis Akibat Fluktuasi Nilai Tukar
Pada
dasarnya, fluktuasi nilai mata uang adalah naik-turunnya harga suatu mata uang
dibanding mata uang lainnya. Perubahan harga tersebut disebabkan oleh
permintaan dan penawaran di pasar untuk mata uang tersebut dibanding mata uang
lainnya. Jika Anda mendengar berita mengenai nilai mata uang Rupiah yang
berfluktuasi terhadap Dolar AS, maka itu berarti harga sedang bergerak, bisa
naik ataupun turun, akibat terjadinya transaksi yang melibatkan kedua. Kedua
mata uang tersebut
Alasan fluktuasi nilai mata uang :
Nilai mata uang suatu negara bisa berfluktuasi karena
dipengaruhi oleh naik turunnya permintaan dan penawaran (Demand and Supply)
terhadap mata uang. Mata uang akan cenderung naik jika permintaan melebihi
penawaran, sedangkan ketika jumlah penawaran lebih banyak dari permintaan, maka
nilai mata uang akan cenderung turun.
Beberapa faktor yang
mempengaruhi permintaan dan penawaran mata uang antara lain:
- Kebijakan pemerintah.
- Kondisi ekonomi negara.
- Faktor tak terduga, misalnya: bencana alam atau kerusuhan yang bisa segera mempengaruhi kondisi politik, perekonomian, dan lain-lain.
Komentar
Posting Komentar