Tulisan 3
Berikut 10 Tips Cara Membangun Komunikasi Yang Baik dan
Efektif,
1. Selalu menghargai Siapa yang berkomunikasi
denganmu
Penelitian telah menyepakati bahwa setiap manusia ketika
mendapatkan informasi, sedikitnya membutuhkan waktu kurang lebih 8 detik dan
setelah itu akan diabaikan karena ada informasi berikutnya. Apalagi saat ini
sudah banyak sekali media informasi yang bisa di akses dengan mudah.
Smartphone, internet, majalah dan koran adalah contoh diantaranya. Untuk
membuat komunikasi lebih efektif dan lebih lama kamu mengingat informasi,
cobalah untuk berbicara tentang topik tertentu dengan orang lain. Hargai setiap
lawan bicara, siapapun yang sedang berbicara dengan sobat mbojo saat ini,
kadang dia lebih paham dengan hal tertentu yang belum kita tahu sebelumnya.
Menghargai pembicaraan mulai dari awal kita menyapanya, jangan pernah terlalu
sering membuka ponsel kita ketika sedang berkomunikasi. Pun kalau memang
penting, beri tahu terlebih dahulu lawan bicara kalau kamu akan sering mengutak
ngatik ponselmu. Ini akan lebih baik, mengartikan kamu tetap perhatikan
pembicaraannya.
2. Perhatikan dengan baik intonasi dan gaya
bahasa yang digunakan
Kita haru slebih menyadari tentang intonasi nada yang kita
gunakan saat berbicara, tidak masalah untuk tampil natural saat berbicara, tapi
tetap perhatikan intonasi bicara yang digunakan. Jika memang penjelasan itu
harus terstruktur, gunakan tata bahasa yang jelas dan mudah dipahami. Ketika
memang harus ada penekanan nada untuk meyakinkan, gunakan ekspresi yang membuat
orang lain langsung mengerti dengan apa yang kita katakan. Tinggi dan rendahnya
suara yang digunakan sangat berpengaruh sekali dalam berkomunikasi. Hindari
nada yang terlalu tinggi. Karena lawan bicara tentu ingin berbicara dengan
suasana yang nyaman.
3. Mengerti dengan apa yang dibicarakan
Mengawali suatu komunikasi, tentu kita harus mengetahui terlebih
dahulu tentang topik yang dibicarakan. Kalaupun sobat mbojo belum mengerti
dengan betul tentang topik yang dibicarakan, tak apa untuk mengganti topik.
Ataupun sebaliknya, ketika lawan bicara kurang paham dengan topik, boleh ajak
dia untuk mengganti topik. Tapi, jika yang dibahas adalah bentuk menjelaskan,
jelaskan kepada lawan bicara. Agar sama-sama saling belajar dengan topik yang
ingin dibahas tersebut. Jangan sampai terjadi misscommunication dalam
komunikasi, selalu pahami apa yang ingin dibahas yah sob
4. Berkomunikasi harus membentuk keselarasan
Tips ke-4 dari 10 Tips Cara Membangun Komunikasi Yang Baik
dan Efektif adalah membentuk keselarasan. Akan percuma dalam berkomunikasi
jika tidak terbentuk keselarasan. Berkomunikasi tentu bertujuan untuk membuat
hubungan semakin erat, bukan debat kusir yang menyebabkan percekcokan. Jika
kita bisa membuat komunikasi nyaman tanpa ketegangan, tak hanya keselarasan
yang akan tercapai, bahkan lebih dari itu, kamu akan menjadi orang yang
dipercaya oleh lawan bicara. Bersikap terbuka saat berbicara sangat perlu, tak
ada yang ditahan, berbicara secara spontan dengan eskpresi yang meyakinkan.
5. Perhatikan bahasa tubuh dan detail ekspresi
saat berkomunikasi
Ada satu teknik yang sangat ampuh digunakan saat berbicara
dengan lawan bicara kita, yaitu teknik “Mirroring”, mirroring adalah teknik
menyelaraskan bahasa tubuh kita. Teknik ini dilakukan dengan cara mengikuti gerak
tubuh dari lawan bicara kita saat berkomunikasi. Jangan sampai kentara juga
sob, perlahan-lahan saja untuk mengikuti gerak tubuhnya. Perhatikan gerakan
mata, alis dan bibirnya. Ini terbukti bisa membuat dia selalu tertarik untuk
berbicara dengan kita. Memang diawal belum terlihat, tapi ketika sobat mbojo
rutin menggunakan teknik ini, orang akan sangat senang berbicara dengan kita.
6. Komunikasi harus diisi dengan memberikan
saran dan kritik
Kemampuan berkomunikasi memang bertujuan untuk menyampaikan atau
bertukar informasi. Pun ketika komunikasi tersebut berisi kritikan, terimalah
dengan reaksi positif seperti memberikan senyuman atau anggukan kepala. Gerak
dan ekspresi tubuh seperti itu membuat orang yang menyampaikan kritikan akan
selalu membuka diri dan membuat si pengkritik merasa dipedulikan oleh yang
dikritik. Ini berlaku sebaliknya, sobat mbojo boleh mengkritik lawan bicara
lainnya (kalau ada), tetap perhatikan kritikan yang disampaikan, selalu jaga
perasaan dan intonasi cara menyampaikannya. Kadang kita tak tahu apa yang ada
didalam pikiran orang yang dikritik.
7. Pastikan yang dibicarakan Jelas dan tidak
sembarang lompat tema
Pada dasarnya, hampir semua komunikasi bertujuan untuk mencari
solusi, membuat orang merasa lebih aman, nyaman dan tidak ada yang
dibingungkan. Berkomunikasi yang efektif harus tahu arahnya dan jangan sampai
ada sesuatu yang kurang nyaman dihati, apalagi menggantung. Kalau sudah
menggantung, justru membuat lawan bicara kita menjadi kurang nyaman dan bingung
arah pembicaraan yang dilakukan tersebut.
8. Mendengarkan dengan penuh ekspresi
Setelah mengetahui topik pembicaraan, apakah itu tentang hal
yang menyenangkan atau yang menyedihkan, kamu harus melatih diri untuk
memberikan ekspresi yang tepat sesuai hal yang dibicarakan. Ketika seseorang
berkomunikasi dengan kita tentang sesuatu yang menyenangkan, tetap pasang wajah
senyum dan anggukan untuk memberi kesan bahwa kamu memperhatikannya.
Mendengarkan dengan penuh ekspresi sangat dianjurkan untuk sobat mbojo yang
suka berkomunikasi dengan banyak kalangan yang berbeda-beda keadaannya.
9. Pelajari tanda-tanda seseorang sudah mulai
tertutup
Adalah hal yang wajar ketika seseorang tidak ingin melanjutkan
berkomunikasi dengan kita, mereka cenderung defensif atau bertahan dan gaya
bicaranya mulai berhati-hati. Bisa dilihat juga ketika sebelumnya dia mau untuk
melihat wajah kita, ketika dia sudah mulai menutup diri dia akan memalingkan
wajahnya ke arah lain. Ketika dia sibuk melihat jam, atau melihat keluar
jendela, itu pertanda bahwa dia memang sedang ingin mengakhiri pembicaraan
10. Tetap sisipkan kalimat pertanyaan dan
bubuhi dengan sesuatu yang lucu
Ini sangat penting, dan memang harus diperhatikan. Ketika
berkomunikasi dengan seseorang, kita harus tahu bahwa yang dibicarakan tersebut
akan mempengaruhi perilaku seseorang. Jika memang tema yang dibicarakan adalah
pembicaraan yang serius, agar tidak terlarut dalam ketegangan, berilah sedikit
lelucon segar agar suasana mencair. Tapi sekali lagi perhatikan tema
pembicaraan, kalau memang tidak harus diisi dengan lelucon, berarti memang
pembicaraan tersebut sangatlah penting.
Komentar
Posting Komentar